Dapatkah Anda Membunuh CoronaVirus dengan Sinar UV ?(2)

Bus di China disinari sinar UV setiap malam
Artikel ini adalah seri ke [part not set] dari 3 dalam serial Dapatkah Anda Membunuh CoronaVirus dengan Sinar UV ?

Artikel Asli dari BBC Future : Can you kill coronavirus with UV light?

Alih Bahasa : Reza Ervani (reza@rumahilmu.or.id)

Ultraviolet : Sinar yang Berbahaya

Sinar matahari mengandung tiga jenis UV : Pertama : UVA, yang merupakan radiasi mayoritas yang mencapai permukaan bumi. Dia memiliki kemampuan penetrasi ke dalam kulit dan dianggap bertanggung jawab terhadap 80% penuaan kulit, mulai dari keriput hingga bintik-bintik penuaan.

Berikutnya UVB, yang dapat merusak DNA kulit kita, menyebabkan sunburn dan terkadang kanker kulit (baru-baru ini para ilmuwan juga menemukan bahwa UVA juga dapat menyebabkan hal ini). Baik UVA maupun UVB diketahui dapat diblok dengan menggunakan krim anti sinar matahari yang bagus.

Juga ada jenis ketiga, yakni UVC. Dia relatif merupakan bagian spektrum yang tidak nampak, mengandung gelombang cahaya yang lebih pendek dan lebih berenergi. Umumnya bagus untuk menghancurkan material genentik – baik pada manusia maupun pada partikel virus. Untungnya, sebagian besar kita tidak perlu menghadapi sinar ini karena tersaring oleh ozon di atmosfir sebelum mencapai bagian kulit kita yang rapuh.

Atau setidaknya itulah yang bisa terjadi hingga para ilmuwan menemukan cara untuk memanfaatkan UVC untuk membunuh mikroorganisme.

Semenjak ditemukan pada tahun 1878, UVC tiruan yang diproduksi telah menjadi suatu metode utama dalam sterilisasi. Ada yang digunakan di rumah sakit, bandar udara, perkantoran dan perusahaan-perusahaan setiap harinya. Secara krusial, sinar tersebut juga merupakan hal penting dalam proses sanitasi air minum, karena beberapa parasit resisten terhadap disinfektan kimia semacam klorin, sehingga penggunaan sinar itu dapat menjadi solusi.

Meskipun belum ada penelitian yang menyelidiki bagaimana pengaruh UVC terhadap Covid-19 secara spesifik, penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa dia dapat digunakan untuk melawan coronavirus yang lain,  seperti Sars. Radiasi membengkokkan struktur genetik virus tersebut dan mencegah partikel virus untuk membuat salinan diri mereka.

Sebagai hasilnya, bentuk UVC yang terkonsentrasi kini berada di baris depan perlawanan melawan Covid-19. Di China, seluruh bus disinari dengan cahaya biru setiap malam. Sebuah robot yang memancarkan UVC juga digunakan untuk membersihkan lantai rumah sakit. Bank bahkan menggunakan cahaya tersebut untuk  mendisinfeksi uang.

Pada saat yang sama, suplier perangkat UV juga melaporkan penigkatan pembelian, yang butuh segera dipenuhi. Arnold mengatakan UV Light Technology sudah kehabisan stok perangkat yang mereka jual.

Tetapi ada peringatan utama

“UVC adalah perangkat yang berbahaya – anda seharusnya tidak terpapar sinar tersebut”, demikian jelas Arnold.

UVB membutuhkan waktu beberapa jam sebelum menyebabkan Sunburn, tetapi UVC hanya membutuhkan beberapa detik saja. Jika mata anda terpapar … sama halnya jika anda melihat matahari selama 10 kali dalam beberapa detik saja”

Untuk menggunakan UVC, anda membutuhkan perangkat dan pelatihan khusus.

Navigasi Serial

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*