Berita 94 : Open Source Dominasi Cloud Computing

Minimnya situs berita Open Source berbahasa Indonesia, membuat penulis tergerak untuk mencantumkan kolom berita di blog ini. Berita akan diambil dari berbagai sumber di Internet, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak pihak. Seperti ruang tanya jawab yang mencapai 4 artikel baru setiap harinya, berita-berita juga insya Allah akan diupdate secara harian di blog ini. Berita-berita hanya akan dimuat di KATEGORI BERITA dan selalu dibuat menempel di bagian paling atas Blog ini. Semoga menjadi sumbangsih kecil bagi dunia Open Source di Indonesia. Selamat menikmati. Artikel asli Berbahasa Inggris dapat dilihat dengan mengklik pranala nama domain di tiap awal artikel.

Open Source Dominasi Cloud Computing

NetworkWorld.Com – Sebuah survei baru pada beberapa perusahaan cloud open source yang dirilis hari ini menunjukkan bagaimana open source sudah lazim dan menjadi dominan dalam Cloud Computing. Survei yang dilakukan oleh Cloud.com, BitNami dan Zenoss menunjukkan dengan jelas bagaimana open source begitu tersebar dalam penggunaan cloud. Begitu banyak sehingga hanya 3 persen pengguna cloud yang tidak menggunakan perangkat lunak open source sama sekali dan ada 69 persen yang menggunakan perangkat lunak open source di cloud secara penuh.

Gambar yang ada di halaman menunjukkan beberapa fakta besar dari survei, tetapi jika Anda ingin melihat hasil survei secara lengkap, Anda bisa mendapatkannya di sini. Hal penting lainnya untuk open source adalah bahwa orang-orang yang tidak menggunakan open source, 58% tidak memiliki strategi komputasi cloud sama sekali. Tentu saja Linux adalah OS berbasis cloud yang paling dominan dengan tingkat penggunaan mencapai lebih dari 80%. Tapi agak mengejutkan adalah bahwa pada metrik tersebut pengguna Microsoft yang menggunakan cloud hanyalah sekitar 66%.

Apa yang tidak mengherankan adalah beberapa alasan yang muncul dalam pengadopsian solusi cloud

Tingginya perhatian pada cloud computing ditunjukkan dari :

Besar minat dalam komputasi awan:

  •  61 persen organisasi dalam tahap mengumpulkan informasi atau tahap perencanaan atau sudah memiliki strategi komputasi cloud yang disetujui (tapi pelaksanaannya tidak ada), 20 persen sudah memiliki implementasi cloud dan 20 persen tidak memiliki rencana komputasi  saat ini
  • Penghematan Hardware menjadi alasan nomor satu yang disampaikan dalam pengadopsian komputasi cloud (68 persen), penyebaran infrastruktur yang lebih cepat (66 persen) dan  penguranganbeban sistem manajemen (57 persen) juga menjadi alasan utama untuk pengadopsian cloud computing
  • Dari survei yang dilakukan pada para Pimpinan Teknis, skalabilitas (71 persen) adalah alasan yang paling populer dalam pengadopsian cloud computing diikuti oleh elastisitas atau kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan fluktuasi permintaan sumber daya (61 persen)

Tentu survei ini tidak bisa dikatakan mewakili secara sempurna, karena ketiga perusahaan yang mensponsori survei juga adalah perusahaan Open Source. Tapi ini adalah sebuah data penting yang menunjukkan bahwa tampaknya cloud computing akan menjadi sebesar open source yang ada di belakangnya.

Terjemah Bebas oleh Pengelola Blog http://tanyarezaervani.wordpress.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*