Tanya 70 : Mengenal file fstab

Tanya :
Apa fungsi file fstab ?
Jawab :
fstab adalah file konfigurasi yang berisi informasi semua partisi dan perangkat storage di komputer anda. File ini ada di dalam direktori /etc, jadi bisa diakses dengan /etc/fstab
fstab berisi informasi dimana partisi dan perangkat storage anda di”mount” dan bagaimana ia di”mount”. Jika anda tidak dapat mengakses partisi Windows anda dari Linux, atau tidak dapat me”mount” CD anda sebagai pengguna normal, atau ada masalah dengan CD-RW anda, anda mungkin mengalami kesalahan konfigurasi /etc/fstab. Jadi anda dapat memperbaikinya dengan mengedit file fstab.
fstab adalah file dalam bentuk plain text, jadi anda dapat membuka dan mengeditnya dengan text editor yang anda sukai. Tentu saja anda membutuhkan akses sebagai root untuk mengedit file ini.
Contoh isi sebuah file fstab adalah seperti :

# /etc/fstab: static file system information.
#
# Use 'blkid -o value -s UUID' to print the universally unique identifier
# for a device; this may be used with UUID= as a more robust way to name
# devices that works even if disks are added and removed. See fstab(5).
#
# <file system> <mount point>   <type>  <options>       <dump>  <pass>
proc            /proc           proc    nodev,noexec,nosuid 0       0
/dev/sda4       /               ext4    errors=remount-ro 0       1
# swap was on /dev/sda3 during installation
UUID=70e9a3b9-cac1-4619-9144-31a7877a44cd none    swap    sw  0  0
# swap was on /dev/sda5 during installation
UUID=b4f04727-146b-42a6-a28f-e8d477b38e5f none    swap    sw  0  0
# swap was on /dev/sda6 during installation
UUID=814df4a9-64c0-4489-818f-f2d1ab788128 none    swap    sw  0  0
# swap was on /dev/sda7 during installation
UUID=9c13cd1c-7b52-4cf9-bb9f-31163bd57568 none    swap    sw  0  0

.
Kolom pertama dan kedua dapat dengan jelas anda pahami. Mereka menunjukkan perangkat yang dimounting dan target mounting, seperti halnya saat anda melakukan mounting secara manual.
Kolom ketiga adalah jenis partisi. Misalnya swap, ext3, ext4, vfat, ntfs.
Kolom keempat akan kita bahas sedikit detail :
Kolom keempat ini mendaftar semua opsi mount bagi sebuah perangkat atau partisi. Opsi-opsi tersebut diantaranya :

auto dan noauto : Jika opsi auto yang dipilih, perangkat akan dimounting secara otomatis (ketika booting). Sebaliknya noauto menyebabkan perangkat tidak dimount secara otomatis
user dan nouser : Ini adalah opsi yang sangat bermanfaat. Opsi user memperkenankan pengguna normal untuk melakukan mounting pada perangkat bersangkutan, sementara nouser menyebabkan hanya root yang dapat melakukan mounting atas perangkat bersangkutan.
exec dan noexec : exec memperkenankan anda untuk mengeksekusi binary yang ada di partisi tersebut, sementara noexec sebaliknya. noexec mungkin saja berguna jika anda tidak ingin mengeksekusi binary yang ada di suatu partisi, atau tidak dapat dieksekusi di sistem anda. Misalnya partisi Windows.
ro : mounting filesystem read-only
rw : mounting filesytem read-write. Menggunakan opsi ini mungkin dapat membantu memecahkan masalah jika anda hendak menjadikan perangkat anda bisa dibaca dan ditulis
sync and async  Opsi ini menunjukkan bagaimana proses input dan output ke filesystem dilakukan. sync berarti dilakukan secara sinkronisasi. Contohnya digunakan pada floopy, artinya ketika anda menyalin sebuah file ke floopy, perubahan secara fisik langsung ditulis ke floppy saat anda memberikan perintah copy
Jika anda menggunakan opsi async, input dan output dilakukan secara asinkronisasi. Dengan contoh diatas, opsi ini membuat proses penyalinan ke floopy mungkin dilakukan jauh setelah perintah copy anda berikan. Hal ini tidaklah buruk, bahkan terkadang menjadi pilihan, dikarenakan misalnya jika anda memindahkan floopy tanpa melakukan unmounting terlebih dahulu, file-file yang disalin mungkin secara fisik belum masuk ke dalam floopy tersebut.
defaults Jika anda pilih opsi ini maka opsi-opsi diatas yang akan digunakan adalah : rw, suid, dev, exec, auto, nouser, dan async.

Kolom ke-5 adalah opsi dump. Dump memeriksa dan menggunakan angka yang ada disitu untuk memutuskan apakah filesystem harus dibackp. Jika nilai angka disitu adalah 0, dump akan mengabaikan filesystem. Jika anda lihat contoh di kebanyakan file fstab, anda akan mendapatkan kolom ke-5 lebih banyak bernilai 0
Kolom ke-6 adalah opsi fsck. fsck akan memeriksa kolom ke-6 untuk menentukan apakah filesystem diperiksa atau tidak. Jika bernilai nol, fsck tidak akan memeriksa file system tersebut.
Demikian, semoga bermanfaat

1 Comment

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tanya 71 : Mengatur space untuk pengguna dengan quota « Tanya Reza Ervani Tentang LINUX
  2. Tanya 137 : Mengenal Swap Lebih Dekat (2) « Tanya Reza Ervani Tentang LINUX

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*