Berita 191 : Wikileaks Bocorkan Permainan Kotor Microsoft di Thailand

Wikileaks Bocorkan Permainan Kotor Microsoft di Thailand

Wikileaks.Org – Wikileaks membocorkan kabel yang terkait dengan kebijakan IT Thailand. Yang mengejutkan ada point di bocoran itu tentang intevensi Microsoft kepada pemerintah dengan mendeskreditkan Open Source.

Kabel yang ditembuskan juga ke Departemen Keuangan Amerika Serikat dan ASEAN ini berisi 13 point secara keseluruhan. Point yang terkait Microsoft itu ada di point nomor 9 dan nomor 10.

Dicantumkan pula bagaimana BSA – yang di Indonesia gencar melakukan razia pembajakan perangkat lunak juga menjadi melakukan intimidasi terhadap kebijakan penggunaan Open Source oleh pemerintah.

Bocoran itu bisa anda baca selengkapnya di Wikileaks :

http://wikileaks.org/cable/2010/02/10CHIANGMAI18.html
---------------------------------------------
IPR: Concern Over Open Source Software and Data Protection
---------------------------------------------
9. (SBU) Microsoft-Thailand's Corporate Affairs Director
identified software copyrights as a big issue. On the one hand,
he praised the Thai government (RTG) for strengthening its IPR
enforcement and education efforts, and said Microsoft was "very
pleased" that Thailand's software piracy rate has decreased by
two percent a year since 2006. On the other hand, he expressed
concern over the RTG's Creative Economy policy of promoting the
"open source" software model over the "commercial source" model
as a means to curb piracy. (Note: this is an issue for IT
companies worldwide, and not unique to Thailand).

10. (SBU) The Business Software Alliance (BSA) Director for
Software Policy-Asia also urged the RTG not to favor open source
over commercial source. He argued that (1) the open source
model has been shown to have an insignificant impact on reducing
software piracy; and (2) by focusing on an open source policy,
the RTG signals the market to stunt the development of
commercial source software, which in turn undermines Thailand's
ability to fully service market needs.

Terjemah Bebas :

---------------------------------------------
IPR: Keprihatinan Atas Perangkat Lunak Open Source dan Proteksi Data
---------------------------------------------
9. (SBU) Direktur Hubungan Perusahaan Microsoft Thailand
mengidentifikasi hak cipta perangkat lunak sebagai masalah besar. Pada sisi lain
ia memuji pemerintah Thailand (RTG) dalam hal penguatan IPR
dan upaya edukasi yang dilakukan, dan mengatakan Microsoft "sangat
senang bahwa tingkat pembajakan perangkat lunak di Thailand menurun
dua persen semenjak 2006". Di sisi lain ia menyatakan
keprihatinan atas kebijakan ekonomi pemerintah Thailand mempromosikan
model perangkat lunak "open source" diatas model "commercial source"
sebagai kebijakan untuk menghilangkan pembajakan (Catatan : Ini masalah
perusahaan di seluruh dunia, bukan hanya di Thailand)

10. (SBU) Direktur Business Software Alliance (BSA) untuk
Kebijakan Perangkat Lunak Asia juga memaksa pemerintah Thailand
untuk tidak mendukung open source diatas commercial source.
Ia berpendapat bahwa (1) model open source telah menunjukkan dampak yang tidak signifikan dalam pemberantasan pembajakan perangkat lunak (2) Dengan mendukung Open Source, pemerintah
Thailand memberikan sinyal kepada pasar untuk menghalangi pengembangan
perangkat lunak commercial source, yang pada gilirannya akan menghambat
kemampuan Thailand dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Tampaknya hal yang sama juga terjadi pada pemerintah-pemerintah negara lain di kawasan ASEAN.

Bagaimana menurut anda ?

Terjemah dan Kompilasi Berita oleh Pengelola Blog http://tanyarezaervani.wordpress.com

Artikel Terkait :

19 Comments

  1. Kalau memang merasa tertantang, Microsoft seharusnya lebih keras lagi dalam pengembanganya. Tidak hanya merilis software yang ‘sama’ dan memaksa semua untuk menggunakanya.

    Lihat saja, apa perbedaan Windows XP, Vista dan 7? Hampir tidak ada kan (dari design dan animasi saja)? pendapat pribadi saya, hanya terjadi perubahan pada background panel2nya saja dan beberapa hal kecil.

    Bandingkan dengan GNOME atau KDE (dan beberapa DE lainya) yang selalu mengeluarkan inovasi baru untuk desktopnya pada tiap kesempatan rilis. Atau animasi2 dari Apple? Jauh kan?

  2. Alasannya masuk akal juga, kalo open source banyak diadopsi apalagi didukung pemerintah, kemungkinan besar pengusaha proprietary kekurangan uang masuk, dan bahkan mungkin bangkrut, hehe. Tpi ini juga kan bagian dari persaingan usaha. Open source itself is a business :D.

  3. Kalau dalam satu keluarga (bapak,ibu,kakak,adik dll) semua menggunakan Open Source…bisa-bisa kalah telak Microsoft di Indonesia. Di keluarga kami sudah pake Open Source semua.

  4. “free education” masbro, kayaknya microsoft tak ingin tersisihkan dengan perkembangan open source, disini ane juga sudah mulai menjelajah distro linux dan mulai sedikit sedikit melupakan yang namannya windows, maju terus deh open source jangan kalah dengan microsoft, SUNDUL AAHH

  5. open source tetap hidup meskipun mikocok melakukan berbagai intervensi
    pengguna yang sadar akan tetap menggunakan open source
    dan pemerintah tak akan pernah bisa mengintervensi masyarakat meskipun telah diintervensi oleh mikocok\
    masalah diintervensi oleh mikocok, mikocok tidak memiliki hak apapun untuk “menyuruh dan mengintervensi” hukum pemerintah
    hanya pemerintahan yang tidak beres saja yang bisa diintervensi

  6. ibu bapak eson mulai pengen makek linux, semenjak eson makek linux, dari tahun gajah(2005, umur eson lima), dan eson sering main” di terminal, tapi ada hambatan gan!, ane punya warnet+game OL, jd kelindes hrs tetep ada…, WAHAI GEMSCOOL, BUATLAH LOSTSAGA DAN POINTBLANK UNTUK LINUX, AGAR KAMI TIDAK TERCEKIK DENGAN UPDATE “TIIT” SEHARGA $120

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Berita 193 : Wikileaks: Microsoft Bantu Rezim Tunisia Ben Ali « Tanya Reza Ervani Tentang LINUX
  2. Bocoran Wikileaks Tentang Kebobrokan Politik Microsoft (Terkait Open Source) « arhie28

Leave a Reply to ncus hahh Cancel reply

Your email address will not be published.


*